Hati memang perasaan yang paling suci. Ketika emosi mulai menguasai, maka hati akan mengatasi. Sungguh... Allah memang menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik baiknya. Kurang bersyukurnya manusia terhadap apa yang Allah berikan kepadanya. Manusia inginnya menguasai semua yang ada, iri dengan apa yang dimiliki orang lain. Sehingga rasa kurang bersyukur itulah yang menguasai diri mereka.
Suatu ketika pada bulan januari tepatnya, aku mulai mengitu perkumpulan mahasiswa dari daerah asalku. Sebut saja nama perkumpulannya itu IMASSUKA. Disitu aku mendapat teman baru, pengalaman baru, kegiatan baru, dan yang lainnya yang baru-baru. EXPO kegiatan yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Sragen (KMS) yang dari berbagai regional. Mulai dari regional jogja, solo, semarang, jabodetabek, malang, dll. Disitu juga aku mengenal teman yang namanya Kurniawan. Ya dia orang yang asyik, baik, suka menolong, perhatian. Aku mulai mengenalnya saat itu, mulai dekat dan akrab dengannya. Awalnya aku tak mempunyai CP nya. Dan tiba-tiba dia meminta nomor HP ku lewat inbox FB. disitulah kita mulai komunikasi dengan baik. Dia menasehatiku, memberi semangat buat aku, perhatian seperti kakak ku sendiri.
Aku mulai bingung dengan apa yang aku rasakan. Hubungan yang aku jalani dengan Kurniawan mulai jauh. Terkadang aku memikirkan hubungan apa yang aku jalin dengannya. Kita bukan sepasang kekasih, tapi kita saling panggil sayang satu sama lain. Pinginku membuka hati yang baru untuk orang yang baru pula. Setelah dulu SMA terjebak cinta monyet yang masih membekas banget rasanya. Aku ragu, aku salah bergaul dengan orang atau tidak. Dia ini siapa dan kenapa dia tiba-tiba mendekatiku? apa maksud dari ini semua??
Berdoa itu sudah pasti. Karena doa adalah suatu kekuatan buatku. Dengan doa aku yakin semua yang tidak mungkin akan menjadi mungkin. Mempercayai orang memang bukan hal yang mudah. Butuh pertimbangan pastinya. Sama halnya dengan ku. Aku juga membutuhkan pertimbangan dalam menjalin hubungan dengan orang lain.
Hari terus berganti, aku dan kurniawan semakin dan semakin dekat. Dia sering telfn aku, Line aku, dan lain sebagainya. Aku berharap tidak salah dalam memilihmu. Terimakasih telah menyinari hari-hari ku. Dengan kau selalu perhatian terhadap ku.
