Haii... apa kabar? Masih ingatkah kau sama aku? Atau kau sudah melupakan semuanya? Atau kau masih menyimpan sedikit kenangan diantara kita? Ahh... itu hanya kau dan hatimu yang tau. Jika kabarmu baik, maka bersyukurlah aku. Tetapi jika kau sedang tidak baik, aku mendoakan semoga kau cepat membaik. Karena tidak adil jika sekarang aku bahagia kamu menderita. Aku inginnya kita bahagia dengan kehidupan kita masing-masing.
Saat ini aku merasa rindu akan sosok mu didekatku. Entah kenapa tiba-tiba aku kangen kamu. Sebenarnya hal yang paling aku benci adalah aku harus terbiasa tanpa kamu. Tapi aku tidak akan memutus tali persaudaraan ini. Semoga kamu juga demikian. Aku ingin sekali melihatmu sekali saja lewat di depanku disaat aku sedang rindu. Mustahil pastinya. Aku punya pertanyaan buat kamu, apakah benar kita ini putus silaturahmi? Kalau tidak, mengapa kau mengacuhkan pesan dariku? Padahal itu pesan untuk kebaikanmu juga. Semoga kau tidak bertingkah seperti ini lagi. Kita sudah dewasa bukan anak kecil lagi. Aku juga tidak akan kembali lagi buatmu. Jadi kamu tenang saja. Aku sudah senang dengan duniaku, imajinasiku, kehidupan dan rutinitas baruku. Kau bahagialah juga dengan aktivitas mu. Saling tegur sapa itulah yang aku inginkan darimu. Apa harapanku akan menjadi kemustahilan buat mu? Semoga allah memberikan yang terbaik untuk ku dan untukmu. Ingatlah jangan banyak mengejar dunia, jangan banyak menyakiti wanita. Suatu saat kau yang akan disakiti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar